Archive for July, 2007

Tukul: Terima Kasih Warga Bandung

July 21, 2007

TUKUL ‘Reynaldi’ Arwana, sang Bintang Empat Mata, mengaku sangat berterima kasih atas waktu dan kesempatannya untuk bisa bertemu langsung dengan warga Bandung. Karena diakui Tukul, dukungan terhadap acaranya Empat Mata dari warga Bandung cukup banyak, sehingga acaranya berada pada rating yang tinggi.
“Saya sangat berterima kasih bisa bertemu langsung dengan warga Bandung. Karena warga Bandung itu wah, banyak sekali yang suka melihat Empat Mata. Hingga ratingnya naik dan membawa saya jadi populer seperti ini,” tutur Tukul dengan gaya katro-nya khas saat jumpa pers di Hotel Jayakarta, Jumat (20/7).

Tukul yang saat itu mengenakan kaus oblong hitam bertuliskan Empat Mata, tampak tidak banyak bicara. Kecuali saat ada pertanyaan wartawan. Terutama saat ditanya perasaannya setelah sukese seperti sekarang ini, Tukul mengaku dirinya masih belum merasa puas, sehingga ia akan terus menggali lawakan-lawakan yang terkini dan baru agar tetap mampu menghibur dan menghilangkan stres setiap orang.

“Saya itu sebetulnya sudah merasa sukses sejak beberapa waktu lalu. Tapi saya merasa masih belum puas, karenanya saya akan terus berusaha menggali lawakan-lawakan terbaru agar bisa membantu menghilangkan stres setiap orang,” kata Tukul yang saat itu hadir pula pendukung acara Empat Mata dan pemain variety show Full Color .

Malamnya, memang benar-benar jadi milik Tukul Arwana. Belasan ribu warga Kota Bandung yang datang ke Plasa BSM (Bandung Supermal) tak bisa menahan tawa ketika melihat langsung aksi panggung Tukul.

Setting panggung dibuat menyerupai suasana di studio. Begitu juga kursi penonton yang disusun menjadi sepuluh undakan. Di luar area steril tentu penonton meluber.
Kemarin malam, buat pertama kalinya kru TV7 menggelar road show Empat Mata. Acara ini disiarkan langsung mulai pukul 21.30. Biasanya ketika show di dalam studio, penonton yang hadir hanya sekitar 400 orang. Tapi di Plasa BSM jumlah penonton bisa mencapai belasan kali lipat.

Setelah menyapa penonton, Tukul yang tampil mengenakan stelan hitam seperti pakaian orang desa, dengan gaya kocaknya memanggil satu per satu bintang tamu. Di antaranya Dewi Gita, Abah Us Us, Inka Christie, Dewi Lestari, Doel Sumbang. Tukul mengajukan pertanyaan menggelitik tentang situasi terkini Kota Bandung, setelah melihat rujukan melalui laptop.

“For all. Bagaimana tanggapan kalian tentang perubahan gaya fashion cewek-cewek Bandung. Dulu mungkin dikenal sopan, dan pakai busana tertutup. Waktu tadi saya roadshow di jalan-jalan Kota Bandung, wuah… banyak yang pakai pakaian terbuka,” Tukul melempar pertanyaan.

Para narasumber pun memberi jawaban berbeda sesuai persepsi masing-masing. “Bisa jadi sekarang cowok-cowok Bandung lebih suka melihat cewek berpakaian yang agak terbuka,” ujar Inka Christie yang langsung mendapat aplaus penonton.

Pembicaraan pun berlanjut ke topik lain yang ada di Kota Bandung. Di antaranya menjamurnya mal-mal, berkurangnya kesejukan kota, dan lain sebagainya. (rry/ddh)

Lomba Menulis untuk Wartawan

July 21, 2007

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Pemimpin Redaksi
Di tempat
Perihal : Lomba Menulis Artikel untuk Wartawan

Dengan hormat,
Dalam rangka memperingati HUT ke-48, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menyelenggarakan “Lomba Menulis Artikel untuk Wartawan”.

Lomba ini terbuka bagi wartawan/redaktur media cetak, baik koran, majalah, jurnal maupun tabloid yang terbit di Indonesia, dengan syarat dan ketentuan sbb.:

1. Karya tulis yang dilombakan berbentuk artikel, merupakan karya orisinil yang keasliannya dapat dipertanggungjawabk an, bukan saduran, bukan terjemahan dan tidak tergolong advertorial komersial

2. Artikel yang diikutsertakan dalam lomba dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris

3. Artikel harus pernah dipublikasikan di media antara 11 Juni – 24 Agustus 2007

4. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah artikel

5. Tulisan/artikel mengangkat tema pilihan sbb.:
a. Likuiditas perbankan menguat, momentum untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan

b. Meningkatkan daya saing pengusaha UKM/Komersial melalui fasilitas pinjaman UKM/Komersial

c. Kontribusi Wealth Management dalam mencegah “capital outflow” dari masyarakat kelas atas

d. Kualitas pelayanan nasabah sebagai unsur pembeda dalam perbankan

6. Peserta wajib mengirimkan :
a. Naskah artikel asli dalam bentuk hardcopy atau softcopy

b. Bukti artikel yang telah dimuat di media

c. Currículum Vitae (CV) singkat penulis

d. Fotokopi kartu pers

e. Fotokopi tanda pengenal diri

Dalam amplop tertutup selambatnya 24 Agustus 2007 (stempel cap pos) dialamatkan ke:

Panitia ‘Lomba Menulis Artikel untuk Wartawan’
Divisi Komunikasi Perusahaan & Biro Direksi BII
Plaza BII, Tower 1 lt. 8
Jl. MH Thamrin no. 51
Jakarta 10350
Up. Leonardus Adi atau Bertharia Magdalena

7. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah artikel

8. Hadiah lomba*) sebagai berikut:
-  Juara I  :  Tabungan Superpundi BII Rp 15.000.000,-
-  Juara II  : Tabungan Superpundi BII Rp 10.000.000,-
-  Juara III : Tabungan Superpundi BII Rp 5.000.000,-
- Juara Harapan I : Tabungan Superpundi BII Rp 4.000.000,-
- Juara Harapan II : Tabungan Superpundi BII Rp 3.000.000,-
- Juara Harapan III : Tabungan Superpundi BII Rp 2.000.000,-

* Pajak Hadiah ditanggung oleh BII

9. Seluruh artikel peserta dapat digunakan untuk kepentingan BII dengan mencantumkan nama penulis dan media yang bersangkutan.

10. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat.
Dewan Juri terdiri dari:
- Umar Juoro : Komisaris PT Bank Internasional Indonesia Tbk
- Sukatmo Padmosukarso: Direktur PT Bank Internasional Indonesia Tbk
- Masmimar Mangiang  : Pakar Jurnalistik, Pengajar FISIP UI & Lembaga Pers  Dr. Soetomo (LPDS)

11. Pemenang akan diumumkan pada Minggu III September 2007

12. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada Minggu IV September 2007

Lomba Foto NGI 2007

July 19, 2007

National Geographic Indonesia mengundang Anda untuk mengikuti lomba ini. Karya pemenang pertama dalam kompetisi nasional di tiap kategori akan diikutsertakan ke tingkat Internasional.

Lebih lanjut klik saja:

lomba-foto-national-geographic-2007.pdf

Kosmetika dan Kecantikan Batiniah

July 19, 2007

 BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Bandung menemukan ratusan kosmetika ilegal di 11 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Di antara kosmetika ilegal itu, terselip pula kosmetika merek terkenal, namun ternyata palsu. Kalau tidak teliti, pembeli benar-benar bisa tertipu.

Hal yang menjadi kekhawatiran adalah kosmetika ilegal itu banyak yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Kebanyakan bahan kimia yang dipakai adalah Raksa atau Merkuri.

Dalam kadar rendah saja, Merkuri bisa merusak kulit. Jika digunakan dalam waktu yang lama dan kadar tinggi, kosmetika yang mengandung Merkuri tak hanya merusak kulit, tapi juga organ dalam. Pengguna bisa mengalami kerusakan otak permanen, ginjal, gangguan perkembangan janin pada ibu hamil, dan dapat menyebabkan kanker.

Persoalannya, kosmetika semacam ini dijual bebas di toko-toko. Hasil penelusuran BB POM di Kota Bandung, kosmetika ilegal dan mengandung bahan kimia berbahaya ini ternyata enteng saja dipajang di pusat pertokoan besar di daerah Kebun Kelapa.

Bagi para ibu dan kaum perempuan umumnya yang secara fitrah senang berhias dan berdandan, temuan BB POM ini tentu harus menjadi warning atau peringatan keras. Jangan sembarangan membeli atau memakai kosmetika.  Pasalnya,
jarang sekali ada penjual yang berbaik hati mengingatkan pembeli bahwa barang yang dijualnya mengandung bahan kimia berbahaya. Karena bisa jadi, mereka pun tidak tahu menahu soal kandungan kosmetika itu.

Kalau alasan untuk kecantikan membutakan dari kehatian-hatian, tentu para konsumen harus mempertimbangkan kembali kebiasaannya memakai kosmetika ini. Karena cantik lahiriah itu biasa dan bukanlah tujuan. Cantik karena polesan kosmetika juga biasa. Justru yang tidak biasa adalah cantik batiniah. Cantik dari dalam diri, dari dalam hati. Inner beauty, begitu kata orang bule.

Kecantikan semacam ini tidak perlu pupur bedak tebal, lipstik mahal, eye shadow, pelembab kulit, dan sebagainya. Kecantikan yang memancar dari dalam kebeningan hati ini juga tidak pernah mempersoalkan berapa harga kosmetika dan kosmetika merek apa yang dipakai.

Kecantikan dari dalam hati hanya butuh kerja keras agar bisa ikhlas, membiasakan diri tidak munafik dan riya, ringan untuk menolong sesama, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa, dan sejuta kebaikan lainya. Inilah yang seharusnya menjadi kejaran dan tujuan siapapun, tak terbatas pada kaum perempuan saja. Tentu yang paling baik adalah cantik lahiriah dan juga cantik batiniah. (*)

Biar Lambat Asal Selamat

July 10, 2007

DALAM dua pekan terakhir ini, sedikitnya terjadi tiga kecelakaan yang menelan korban jiwa besar. Pertama terjadi di Jalan Raya Darangdan Km 22, Kabupaten Purwakarta, 28 Juni. Sebanyak enam warga Desa Cisomang Barat, Cikalongwetan, ketika colt pick up yang mereka tumpangi terguling ke jurang sedalam 20 meter.

Mobil yang ditumpangi ibu-ibu pengajian itu lebih dulu  ditabrak truk bermuatan sayur yang melaju kencang dari arah berlawanan. Truk itu tengah menyalip kendaraan lain di tikungan menurun dan langsung menghajar colt pick up.

Lalu peristiwa kedua terjadi di Jalan Raya Kolmas, Cipageran, Cimahi, Rabu (4/7) lalu. Empat orang tewas seketika, dua di antaranya pasangan suami istri. Kecelakaan itu diakibatkan truk dinas Zipur 3 TNI AD yang meluncur dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Cisarua mengalami rem blong. Laju truk tak bisa dihentikan dan menabrak dua mobil serta tiga motor, sebelumnya akhirnya berhenti karena menabrak pohon.

Kecelakaan yang masih hangat adalah Bus Limas yang terjun ke jurang di Cimacan, Pacet, Cianjur, Sabtu (7/7). Bus bermuatan anak-anak SMP yang hendak berwisata ke Cibodas itu ternyata mengalami rem blong saat melaju di turunan. Sempat menghantam beberapa mobil dan motor, bus itu akhirnya terjun ke jurang di bawah Jembatan Cikundul. Sebanyak 15 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka, baik berat maupun ringan.

Memang kecelakaan adalah musibah dan takdir Yang Maha Kuasa. Namun dalam kasus seperti ini, human error pun sangat berperan. Coba tengok penyebab kecelakaan itu. Rata-rata penyebabnya adalah sopir membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi atau rem tidak berfungsi alias blong.
Ada semacam efek psikologis jika melihat jalan raya lowong dari kendaraan lainnya, sopir inginnya ngebut atau menyalip kendaraan di depan. Rasanya gatal dan gereget melihat kendaraan lain berjalan pelan. Apalagi jika tidak ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan, kecepatan kendaraan pasti dipacu maksimal.

Lihat saja perilaku pengemudi di jalan tol. Bukankah kecepatan maksimal kendaraan melaju di tol hanya 80 km/jam? Tapi berapa banyak yang mematuhi aturan itu? Toh pada kenyataannya, jalan yang lurus dan mulus, membuat sopir ingin tancap gas terus.

Pengecekan sebelum berangkat pun harus menjadi standar para pengemudi. Periksa rem, oli, ban, dan sebagainya. Rasanya juga hal semacam itu sudah menjadi darah yang mengalir di nadi para sopir. Tapi tetap saja, kecelakaan akibat rem blong kerap terjadi.

Nah, saat liburan sekolah seperti sekarang ini, jumlah pelaju diperkirakan meningkat, terutama mereka yang akan berwisata. Secara tidak langsung, potensi kecelakaan pun meningkat. Tentu jika para pengendara tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas dan memacu kendaraan seenak udelnya.

Tak heran, Menteri Perhubungan pun memasang pariwara yang mengimbau agar pengendara hati-hati menjalankan kendaraannya.

Dan tidak ada salahnya jika para pengemudi kendaraan mengingat kembali, bahkan memegang erat, pepatah lama alon-alon waton kelakon atau biar lambat asal selamat. Segala sesuatu harus dipikirkan dengan seksama dan baik- baik, tidak tergesa-gesa, apalagi sampai tubruk sana tubruk sini. Yang penting semua selamat tiba di tempat tujuan. Gitu lho! (*)

Your Shot could Make Headlines!

July 3, 2007

Capture, share, and make a news. Jepret momen lucu, spontan, dan menggemaskan, menggunakan handphone merek apapun. Lalu buatlah cerita pendek tentang momentitu.
Menangkan
Hadiah Utama :
Rp 15.000.000 dan ponsel Sony Ericsson K810i Cyber-shot!
dan 100 lembar cetak foto gratis di M Photo Studio
Hadiah Kedua:
Rp 3.000.000, ponsel Sony Ericsson K800i Cyber-shot
dan 60 lembar cetak foto gratis di M Photo Studio
Hadiah Ketiga:
Rp 2.000.000, ponsel Sony Ericsson K550i Cyber-shot
dan 40 lembar cetak foto gratis di M Photo Studio
Info lebih lengkap: www.sonyericsson.com/topshot

Lomba Foto Esai

July 2, 2007

LOMBA FOTO ESAY “SCTV ON 17 FRAMES”
Persyaratan:
· Peserta adalah wartawan foto yang tercatat sebagai karyawan di
penerbitan tempatnya bekerja (dibuktikan dengan fotokopi tanda
pengenal kekaryawanan dan kartu pers dari tempatnya bekerja)
· Batas akhir penerimaan foto tanggal 15 Agustus 2007 Cap Pos,
dikirimkan ke:
PANITIA LOMBA FOTO ESAY “SCTV ON 17 FRAMES”
Up.: Public Relations SCTV
Grha SCTV – Jl.Gatot Subroto Kav.21, Jakarta
Email: agung@sctv.co. id, haryanto@sctv. co.id, uki@sctv.co. id
· Foto dikirimkan dalam ukuran 5R – 10R
· Satu peserta dapat mengirimkan foto esay sebanyak-banyaknya, namun
hanya 1 karya yang dapat menjadi salahsatu pemenang lomba
· Di balik foto yang dikirimkan dicantumkan data teknis dan data peserta:
Nama Peserta/Media :
Alamat Rumah/Telp/HP :
Alamat Kantor/Telp :
Email :
Judul Foto :
· Panitia akan meminta pewarta foto yang karyanya terpilih sebagai 6
besar, mengirimkan negatif filmnya atau bentuk digital dengan
resolusi 300 dpi dalam format jpeg dengan sisi panjang 2048
paling lambat 1 hari setelah penjurian. Negatif film yang dikirimkan
tidak akan dikembalikan
· Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan paling lambat
tanggal 24 Agustus 2007.
· Karya pemenang menjadi milik SCTV dan SCTV berhak mengoptimalkan
pemanfaatannya untuk kepentingan SCTV
· SCTV tidak bertanggungjawab atas gugatan pihak ketiga dari obyek
foto peserta lomba
· Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

HADIAH:
Juara I : Rp 7.000.000,- + Piala & Piagam
Juara II : Rp 6.000.000,- + Piala & Piagam
Juara III : Rp 5.000.000,- + Piala & Piagam
Juara Harapan I s/d III : Masing-masing Rp 2.500.000,- +
Piala & Piagam
JURI:
· Arbain Rambey (Kompas)
· Nenny Nurahenny (Reuters)
· Patrick Husada (SCTV)