Archive for November, 2007

“SHARE YOUR WORD TO THE WORLD”

November 16, 2007

“SHARE YOUR WORD TO THE WORLD”
GAGASMEDIA LOVEFOOL WRITING CONTEST

Cinta kadang bikin kita lupa diri. Perasaan kita jadi serba berbunga-bunga, mikirin dia mulu, bawaannya pengen ketemu! Malah gilanya, kadang kita suka ngelakuin hal-hal geblek yang nggak mungkin dilakuin selama ini.

Ngerasa punya pengalaman seputar hal-hal bego kayak gini? Kalo punya, lo wajib-kudu-harus banget ikutan GAGASMEDIA LOVEFOOL WRITING CONTEST. Syaratnya:
1. Cerita adalah kisah nyata, dengan tema: “HAL-HAL
KONYOL YANG GUE LAKUIN DEMI CINTA”
2. Panjang naskah 7500 – 10.000 karakter
3. Naskah diketik dalam ukuran A4, spasi 1
4. Kirimin ke e-mail redaksi@gagasmedia. net
mailto:redaksi@gagasmedia. net> atau
redaksigagasmedia@ gmail.com
mailto:redaksigagasmedia@ gmail.com dengan subject: LOVEFOOL WRITING CONTEST (naskahnya di-attach ya)
5. Naskah diterima selambat-lambatnya tanggal 22  Desember 2007
6. Sertakan nama lengkap, nomor handphone dan telepon rumah, e-mail.
7. Naskah yang masuk menjadi milik panitia.
8. Keputusan juri nggak bisa diganggu gugat.

Yang menang bakal diumumkan pada tanggal 7 Januari
2008. 10 Pemenang yang beruntung masing-masing akan
mendapatkan:

  •   Uang sebesar Rp 300.000
  •   Paket buku senilai Rp 200.000
  •   Beasiswa sekolah menulis senilai Rp 2.000.000
    selama tiga bulan (waktu sekolah akan ditetapkan
    kemudian)

Dan pastinya… sepuluh karya yang terpilih itu akan
diterbitkan GagasMedia pada bulan Februari 2008!
Hmmm… tunggu apa lagi? Makanya, buruan kirim!

Beasiswa Jefferson buat Jurnalis

November 3, 2007

Scholarship and Training Division
The Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Dear Friends,

We are pleased to announce that the East-West Center is accepting applications for the Spring 2008 Jefferson Fellowships for Journalists. Below is a summary of the program. The application deadline is Wednesday, December 5, 2007. This is an exciting program focused on what we are calling “The Other China.”

Spring 2008 Jefferson Fellowships for Journalists
Dates: May 3 -25, 2008
Theme: “The Other China “

Travel Destinations: All Fellows will travel together to Honolulu , Hawaii , USA ; and Beijing , Chongqing , and Chengdu in China . Program will include overland travel through smaller cities and rural areas between Chongqing and Chengdu .

Who Can Apply: Working print, broadcast, and on-line journalists in the United States , Asia and the Pacific Islands . At least five years of experience preferred.

Applications and More Information: See www.eastwestcenter. org/jefferson
Application Deadline: Wednesday, December 5, 2007.

Funding: Airfare, lodging, per diem and most other program expenses are provided through a grant from The Freeman Foundation.

Contacts: Send applications and questions by email to jefferson@eastwestc enter.org or fax at +1808 944-7600. For phone inquiries, please contact Ann Hartman, Jefferson Fellowships Coordinator at +1808 944-7619.

You can also contact:
The Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium 28th Fl. Suite B
Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta 12980
Phone: (021) 8317330
Fax: (021) 8317331

Bersama “Membina” Geng Motor

November 3, 2007

AKTIVITAS geng motor di Kota Kembang ini sudah
mencapai titik kulminasi. Kebrutalan mereka membuat
warga merasa tak aman bepergian di malam hari. Tak
hanya warga Bandung, pelancong dari luar kota pun akan
berpikir dua kali untuk keliling menikmati suasana
malam ibukota Jabar ini. Khawatir bertemu dengan
kelompok bermotor yang sangar, bersenjata tajam, dan
tak kenal tata krama. Siapa saja yang menghalangi
jalan mereka, pasti disikat. Korban terakhir para
ghost rider ini adalah Putu Ogik, wisatawan yang
hendak menghabiskan liburan di Bandung.
Fenomena kebrutalan geng motor ini bukanlah hal baru.
Aksi-aksi mereka sudah lama terdengar gaungnya. Sebut
saja nama XTC (Exalt to Coltus), Brigez (Brigade
Seven), GBR (Grab on Road), atau legenda geng motor
Bandung, Moonraker.

Semula geng motor ini hanyalah kumpulan anak muda yang
ingin kongkow-kongkow bareng pakai motor lalu keliling
kota. Dari lima, bertambah 10 orang, lalu bertambah
50, hingga ratusan anggota, bahkan kabarnya XTC
memiliki anggota hingga 1.000 orang. Masalah muncul
ketika kebersamaan kelompok ini berubah negatif,
seiring munculnya geng sejenis. Dari hanya persaingan
antargeng motor, berubah jadi tawuran. Tawuran pun
meluas tidak hanya dengan sesama geng motor, tapi
kelompok masyarakat lainnya.

Tindakan mereka semakin kriminal ketika di tubuh geng itu bersemayam pula para pengguna obat dan narkotika. Saat uang menipis, merampok menjadi satu-satunya pilihan yang mereka lakukan. Jadilah saat ini cap untuk geng motor adalah kriminalis.

Aparat kepolisian bukannya diam dengan aksi kriminal
geng motor. Setiap malam Minggu, walau tidak rutin,
polisi menggelar razia lalulintas. Namun yang kerap
terjaring bukanlah anggota geng motor, tapi klub-klub
motor yang memang marak di Bandung dan warga biasa
yang lupa membawa dan atau tidak memiliki SIM.

Beberapa kali, polisi menangkap anggota geng motor.
Sebagian kasusnya masuk ke pengadilan. Tapi tak
sedikit pula, anggota geng ni bisa lenggang kangkung
keluar dari tahanan, karena ada penangguhan tahanan
atau ada orang ökuatÆ yang meminta agar dibebaskan,
untuk kemudian beraksi kembali di jalanan.

Karena hal ini sudah menjadi masalah sosial di Bandung, kita patut mendukung Instruksi Kapolda Jabar untuk menghentikan aksi geng motor ini. Jika kata memberantas terlalu kasar, karena bagaimanapun sulit menghentikan sebuah life style perkotaan, maka yang harus dilakukan adalah pembinaan secara intensif dan komprehensif.

Pembinaan harus dimulai dari tempat mereka berkumpul, lalu ke sekolah-sekolah, karena anggota geng motor kebanyakan anak usia sekolah, kalau bukan pengangguran.
Masyarakat dan media massa pun bisa dilibatkan dalam
proses pembinaan ini. Para orangtua diminta pengertiannya untuk memperketat penggunaan sepeda motor oleh anak-anak mereka. Media pun bisa berkampanye antigeng motor, salah satunya dengan menampilkan sosok-sosok anggota geng motor yang telah bertobat.

Kalau ternyata masih tetap terjadi aksi kriminal yang dilakukan geng motor, Kapolda tak perlu sungkan untuk
menurunkan Densus 88. Teroris saja bisa dilberangus, apalagi hanya sekelas geng motor. (*)

Tribun Jabar, Rabu 24 Oktober 2007

ASIA Fellows Awards

November 3, 2007

PROGRAM ASIA Fellows Awards menawarkan kesempatan kepada cendekiawan muda dan madya serta para pakar, untuk belajar dan mengadakan penelitian di salah satu negara Asia yang berpartisipasi dalam program ini, untuk jangka waktu antara 6 sampai 9 bulan.

Program ASIA Fellows Awards didanai oleh The Ford Foudation dan dikelola oleh The Asian Scholarship Foundation (ASF) yang berlokasi di Bangkok, Thailand, dengan bantuan beberapa rekanannya di Beijing, Jakarta, Hanoi, Manila dan New Delhi. ASF bertujuan untuk meningkatkan kesadaran menyeluruh akan sumber daya para cendekiawan di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Republik Rakyat Cina. ASF diharapkan akan membangun jaringan kerja multilateral para pakar Asia di Asia; yang akan membantu pembangunan Ilmu Asia dalam komunitas bidang studi yang telah ada.

Program ini tidak diperkenankan dipergunakan untuk penyelesaian tesis/disertasi; dan tidak dapat dimanfaatkan secara bersamaan dengan beasiswa lain untuk tujuan yang sama.

Bidang penelitian yang ditawarkan:
seni, budaya, humaniora, ilmu-ilmu sosial dan ilmu lainnya yang relevan

Lokasi penelitian:
Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, RRC, India, Laos, Republik Maladewa, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand atau Vietnam.

Tidak diperkenankan memilih negara sendiri ( INDONESIA ) sebagai negara tujuan

Tunjangan yang didapat:
Biaya seleksi (transportasi dan akomodasi untuk wawancara di Bangkok ), biaya perjalanan ke negara yang dituju, biaya hidup, biaya transportasi lokal, asuransi kecelakaan dan kesehatan (secara terbatas), biaya belajar (kursus) bahasa asing, biaya penelitian, biaya angkut (kelebihan) bagasi, dll.

Persyaratan:
§ Warganegara dan bermukim di Banglades, Butan, Brunei Darusalam, Kamboja, RRC, Hong Kong, India, Indonesia, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Rep. Maladewa, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapur, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam

§ Penyandang gelar S2/S3, atau yang berpendidikan dan berpengalaman profesional yang setara (minimal 3 tahun pengalaman mengajar di universitas bagi para sarjana atau minimal 5 tahun pengalaman kerja bagi para profesional lainnya)

§ Maksimum berusia 45 tahun, pada saat pelaksanaan penelitian. Khusus pelamar berusia s/d 50 tahun yang penelitiannya dalam bidang Humaniora diperbolehkan untuk mengikuti seleksi program ini

§ Memiliki kemampuan berbahasa Inggris atau berbahasa negara tuan rumah, sesuai dengan rencana penelitian yang diajukan

§ Bagi mereka yang masih berstatus mahasiswa S2/S3 atau baru menyelesaikan studinya dan memiliki pengalaman kerja kurang dari 1 atau 2 tahun tidak dapat mengikuti seleksi program ini

Proses seleksi terdiri dari:
Seleksi formulir pra-pendaftaran (silahkan email kami dan kami akan kirim formulir tersebut), seleksi formulir pendaftaran lengkap, dan wawancara

Batas akhir pendaftaran periode 2008/2009
16 November 2007 (cap pos)

The Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium, Lantai 28 Suite B; Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta 12980 , Indonesia
Tel: (021) 831-7330; Fax: (021) 831-7331
E-mail: scholarship@ iief.or.id, Website: http://www.iief. or.id