Archive for January, 2008

Adakah Cagub-Cawagub yang Memikat Hati Anda?

January 23, 2008

 AKHIRNYA tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dipastikan bakal bersaing memperebutkan sekitar 30 juta suara pemilih. Mereka adalah Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulandjana yang didukung Partai Golkar dan Partai Demokrat. Saat Pemilu 2004 lalu, Partai Golkar mendapat 28 kursi, sementara Demokrat 9 kursi. Pasangan ini menyebut diri Da’i.

Lalu pasangan kedua adalah Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim dengan partai pengusung terbanyak, yaitu tujuh. PDIP, PPP, PKB, PBB, PKPB, PDS, dan PBR berkoalisi mengajukan pasangan Aman ini. Pasangan ketiga adalah Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade). Partai pengusung adalah PKS dengan 14 kursi, dan PAN yang mendapat 7 kursi.

Dari sisi kuantitas pendaftar, sebetulnya jumlah tiga pasangan sangat sedikit, dibandingkan dengan banyaknya penduduk Jawa Barat. Tapi setidaknya, nasib Jawa Barat tidak semiris DKI Jakarta, yang kaya akan tokoh nasional berpengalaman, tapi hanya mampu memunculkan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada beberapa bulan lalu.

Walau harus diakui pula, Jawa Barat pun miskin tokoh dan figur. Karena hingga jelang pendaftaran, tokoh-tokoh yang muncul, itu itu juga. Berkutat di lingkaran figur yang sama.
Dari tiga pasangan itu, hanya satu pasangan yang benar-benar fresh dan murni kader partai, yaitu pasangan Hade.

Kita ketahui bersama, Danny Setiawan adalah Gubernur Jabar saat ini. Pasangannya, Iwan R Sulandjana adalah mantan Pangdam III/Siliwangi yang tentu mengenal betul lekuk-lekuk Jawa Barat. Lalu Agum Gumelar adalah mantan Menhub, Menko Polkam, dan Ketua Umum KONI Pusat. Sementara Nu’man masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar.

Dari sisi popularitas, nama Danny Setiawan dan Agum Gumelar yang paling nyongcolang. “Kebesaran” nama mereka tentu menjadi modal awal untuk mengeruk dukungan suara. Selain itu, mereka juga didukung partai besar dengan kucuran dana besar pula.

Tapi jangan lupa, pasangan Hade merupakan pasangan alternatif yang memberi harapan perubahan. Setidaknya, mereka adalah tokoh- tokoh baru, menawarkan sesuatu yang fresh. Di lain pihak, partai pendukung mereka pun tak bisa dianggap enteng, khususnya PKS. Selama ini, PKS dikenal sebagai partai dakwah dengan anggota yang sangat loyal dan solid. Dari 8 pilkada yang sudah digelar di sejumlah kota dan kabupaten di Jabar, 5 di antaranya dimenangkan oleh pasangan yang didukung oleh PKS.

Mulai hari ini, masyarakat Jabar akan disuguhi berbagai aksi simpatik para kandidat, walau masa kampanye belum dimulai. Spanduk dan baliho akan semakin banyak bertebaran. “Kesalehan sosial” berupa acara-acara sosial dan bantuan mendadak jadi menu utama untuk mengakrabi calon pemilih. Daerah yang dulu tak pernah dilihat, jadi agenda wajib untuk dianjangi.
Adakah dari ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu yang akan berhasil memikat hati Anda dan Anda rela memilihnya saat pencoblosan nanti? Itu semua tergantung cara mereka mendekati Anda dan tergantung kejernihan hati Anda untuk bersikap. Saatnya buka mata buka telinga buka rekam jejak untuk menelisik lebih jauh calon-calon pemimpin Tatar Sunda ini. Bagaimanapun, salah satu pasangan di antara tiga pasangan itu bakal menjadi pemimpin kita. Karena itu, jangan salah menentukan sikap. (*)

2008 Senior Journalist Seminar – Jun 8-28 2008 – Honolulu, Hawaii

January 9, 2008

THIS seminar offers senior journalists an opportunity to dialogue, travel, and exchange on issues of the relationship between Asian countries and the United States. The seminar is open to working print, broadcast, and online journalists from the United States and Asian countries with substantial Muslim populations. Application deadline: Jan 31 2008.

http://www.comminit .com/en/node/ 266470
Contact JournalismFellowshi p@eastwestcenter .org

Ayun Sundari
External Relations/Civil Society Liaison Officer
Indonesia Resident Mission
Asian Development Bank
Tel +62 21 5798 0600
www.adb.org/ irm

LOMBA PENULISAN ESAI TENTANG PELESTARIAN FILM INDONESIA TAHUN 2008

January 9, 2008

PERFILMAN Indonesia memiliki sejarah yang cukup
panjang dan penuh dinamika. Berawal dari tahun 1926,
diproduksi film Loetoeng Kasaroeng yang merupakan film
bisu pertama di Indonesia. Sepanjang perjalanannya
sampai saat ini, perkembangan perfilman di Indonesia
telah mengalami masa-masa jaya dan masa-masa surut.

Hal ini tidak dapat lepas dari dinamika berbagai aspek
yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia,
karena film sebagai karya seni merupakan cerminan diri
dari masyarakatnya. Berdasarkan hal itu, maka
film-film yang pernah diproduksi di Indonesia beserta
semua informasi yang berkaitan dengannya perlu
dilestarikan. Karena film merupakan dokumen yang
berharga dan sumber pembelajaran masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dan dalam
rangka Hari Perfilman yang ke-38 tanggal 30 Maret
2008, Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan
Sinematek Indonesia mengadakan lomba penulisan esai
tentang pelestarian film Indonesia.

Topik/Tema Penulisan:

Pendapat, pandangan dan kritik terhadap pelestarian
film di Indonesia.

Persyaratan Peserta:
1. Mahasiswa, pustakawan, dan masyarakat umum.
2. Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu
Karyawan/identitas lain.
3. Melampirkan daftar riwayat hidup.
4. Melampirkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar.

Pelaksanaan Lomba:
1. Esai dikirim kepada panitia melaui pos dan paling
lambat tanggal 14 Maret 2008 (cap pos).
2. Pengumuman pemenang lomba penulisan akan diumumkan pada hari Rabu, 26 Maret 2008 di website Perpustakaan Nasional RI: http://www.pnri. go.id.
3. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada acara
peringatan Hari Film Nasional ke-58 yang akan
diselenggarakan pada akhir bulan Maret 2008.
4. Esai terbaik akan dimuat dalam majalah Visi Pustaka
terbitan Perpustakaan Nasional RI.

Tata Cara Pengiriman Esai:
1. Peserta lomba dapat mengirimkan lebih dari satu
esai;
2. Panjang esai 10-15 halaman, ukuran kertas A4, spasi
1½, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12.
3. Esai dikirim dalam bentuk cetak rangkap 2 (dua) dan
disertai soft file berupa disket atau CD.
4. Esai dikirim kepada panitia selambat-lambatnya
tanggal 14 Maret 2008 (cap pos).
5. Naskah lomba dikirimkan dalam sampul tertutup, pada
sudut kiri atas dicantumkan kode ”LPEPFI – 2008”, dan
dialamatkan kepada Panitia Lomba Penulisan Esai
tentang Pelestarian Film Indonesia melalui pos dengan
alamat:
a/n MOHAMAD FAJAR
Bidang Kerjasama Perpustakaan dan Otomasi
Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi
Perpustakaan Nasional RI
Jl. Salemba Raya No. 28 A Jakarta Pusat

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Telp. 021-3154864; 3154870 Pswt. 247; 021-3154862
Faks. 021-3103554
Email : m_fajar@pnri. go.id. atau ajangmf2000@ yahoo.com

Kriteria Penilaian:
1. Esai harus memiliki nilai manfaat bagi pengembangan
pengetahuan masyarakat, khususnya mengenai perfilman
nasional;
2. Isi esai harus asli bukan saduran atau terjemahan.
3. Esai belum pernah/tidak sedang dilombakan.
4. Esai belum pernah dipublikasikan di media apapun.
5. Esai yang menjadi pemenang menjadi hak panitia
lomba.
6. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak
diadakan surat menyurat.

Hadiah:
1. Juara I Rp 5.000.000,- (Lima juta rupiah) dan
piagam penghargaan.
2. Juara II Rp 4.000.000,- (Empat juta ribu rupiah)
dan piagam penghargaan.
3. Juara III Rp 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan
piagam penghargaan.
4. Juara Harapan I Rp 1.500.000,- (Satu juta lima
ratus ribu rupiah).
5. Hadiah dipotong pajak 15%.

Beasiswa dari India

January 8, 2008

Yth.
Rekan-rekan dan Masyarakat Indonesia,
di Tanah Air

Berikut kami sampaikan info mengenai Beasiswa dari Pemerintah India sebanyak 20 kursi melalui Indian Council for Cultural Relations (ICCR) untuk tahun akademik 2008-2009. Bila bermanfaat mohon diteruskan kepada mereka yang berminat, karena umumnya setiap tahunnya sangat banyak peminat, namun arus informasi mengenai beasiswanya terkadang tidak sampai.

Bagi mereka yang membutuhkan informasi atau penjelasan tambahan, kami membuka waktu dan ruang untuk tanya-jawab melalui laman khusus yang telah kami sediakan di http://ppiindia. wordpress. com. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama dari rekan-rekan.

Semoga informasi ini bermanfaat dan kami nantikan kehadirannya di Negeri Gandhi.
New Delhi, 05/01/07
Hormat Kami,

Ketua Umum
Dewan Pimpinan PPI-India

Pan Mohamad Faiz
========

LAMPIRAN

General Cultural Scholarship Scheme(GCSS)  Government of India, through the General Cultural Scholarship Scheme (GCSS) administered by Indian Council for Cultural Relations (ICCR), has announced the grant of 20 scholarships for
Indonesian students and 10 scholarships for students from Timor Leste for the academic year 2008-2009 in the fields of Arts, Architecture, Literature, Commerce, Law, Politics, International Relations, Islamic Studies, Science, etc. and degree courses in Engineering, Pharmacy and Agriculture. The scholarships are also extended for doctoral and post doctoral courses.

Interested and eligible candidates may download the Application Form, General Instructions to applicants and Instructions to Candidates for filling the Application Form. The last date for receiving application forms duly completed in all respects in 6 (six) copies alongwith all supporting documents is 31st January, 2008. All candidates will be required to appear in a test in the English language which will be held on 9th February, 2008.

Candidates applying from Sumatera may send their applications to:
Mr. M.S. Mandhaiya
Consul General
CONSULATE GENERAL OF INDIA – MEDAN
19, Jl. Uskup Agung A. Sugiopranoto
Medan 20152, Sumatera Utara
Ph. 061-4531308, 4556452

Candidates applying from Bali may send their applications to:
Mr. Awanish Tiwari
Deputy Director
INDIAN CULTURAL CENTRE BALI
Jl. Raya Puputan No. 42-44
Renon – Denpasar – Bali
Ph. 0361-241978

All other candidates from other parts of Indonesia may send their applications to:
Ms. Anju Ranjan
Second Secretary (Press, Info, Education)
Embassy of India
Jl. H R Rasuna Said Kav S-1
Kuningan, Jakarta Selatan -12950
Ph. 021-5204150/ 52/57

For further information of different scholarships please visit:
Embassy of India Jakarta: http://www.embassyo findiajakarta.
WordPress PPI-India: http://ppiindia. wordpress. com

Impulse Fellowship 2008 ‘MENJADI INDONESIA’

January 8, 2008

IMPULSE (Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies)  membuka program Fellowship 2008 yang bertema ‘Menjadi Indonesia’

Abstraksi
Terkikisnya nasionalisme, gempuran globalisasi dan politik
sektarian membuat identitas “berindonesia” sebagai peker-jaan rumah yang tak kunjung selesai. ‘Menjadi Indonesia’ dapat dipahami dalam berbagai penafsiran, yang dioperasio-nalisasikan  sesuai dengan prinsip dan keyakinan masing-masing.

Seringkali,  identitas berindonesia mengalami kekaburan akibat dari trauma  rezim masa lalu. Tidak adanya jaminan sosial, sistem negara yang  memihak golongan tertentu da mematikan golongan marjinal, hingga budaya non produktif menjadi problem atas identifikasi Indonesia.

Identitas ke’aku’an, identitas dan militansi kedaerahan,
keagamaan, bahkan politik organisasi menjadikan keindone-siaan terus mengalami dekonstruksi. Kecompangan- kecompangan tersebut berpengaruh terhadap menipisnya kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Monokulturalitas klaim kebenaran dalam sistem ide, gaya hidup, hobi, keyakinan, agama, hingga kesukuan membuat pengkotak-kotakan masyarakat. Setiap kelompok memba-ngun zona nyaman sendiri.

Interaksi dalam komunalitas tersebut menyebabkan kekhusyukan kelompok yang secara tak langsung berakibat pada minimnya ruang interaksi bersama kelompok lain. Pada sisi lain, semua golongan akan berperan dalam membangun konstruksi identitas suatu bangsa.

Lalu bagaimanakah identitas keindonesiaan ini dimaknai dan
dipahami ? IMPULSE mengajak anda untuk memaknai, mengkritisi, dan menemukan bentuk ‘MENJADI INDONESIA’. Program fellowship ini adalah penulisan berbasis riset yang mengangkat potret masyarakat sebagai pembentuk identitas ‘Indonesia’. Harapan bagi bangsa ini
adalah Indonesia yang lebih beradab melalui penghormatan,
pengertian, toleransi dan pemahaman terhadap perbedaan pada setiap manusia, dan bahwa segala tindak yang kita lakukan merupakan refleksi pribadi sebagai ‘duta Indonesia’ dalam segala zonasi waktu dan ruang.

Tujuan
Membangun kesadaran dan mengkritisi identitas keindonesiaan
Mencari bentuk dan kontekstualisasi identitas ‘menjadi
Indonesia’ kekinian

Misi
Riset diutamakan pada individu yang berproses, mencari, menjadi subkultur, atau melakukan perlawanan identitas keindonesiaannya.

Program fellowship ini merupakan kesempatan bagi akademisi, seniman, aktivis, dan enterpreneur muda untuk melakukan penulisan berbasis riset.

Peserta
Peserta fellowship kurang dari 30 tahun pada Januari 2008.
Peserta fellowship memiliki ketertarikan di bidang multikul-turalisme.
Peserta fellowship adalah lulusan atau mahasiswa S1 / S2 yang menaruh minat pada studi multikulturalisme dan pluralisme.
Peserta fellowship adalah Warga Negara Indonesia.

Syarat dan ketentuan
Hasil penelitian yang diharapkan adalah tulisan ilmiah dengan pendekatan populer, komprehensif, dan berguna bagi perkembangan keindonesiaan.

Syarat dan kelengkapan :
Proposal ditulis secara artikulatif dan komunikatif dalam format bebas.
Proposal harus menjelaskan latar belakang masalah, signifikansi riset dengan tema fellowship, rumusan masalah, metode penelitian, dan analisis data, maksimal 6 halaman (1 ½ spasi, font 12, dan menyertakan soft copy). Peserta juga membuat rencana penelitian selama 4 bulan.
Peserta melampirkan surat pernyataan menyelesaikan program.
Daftar riwayat hidup dan pas foto 4 x 6 sebanyak 2 lembar.
Peserta fellowship wajib menyelesaikan tulisan minimal 80 halaman dengan format sesuai ketentuan dalam waktu 3 (tiga) bulan.

Hasil penulisan fellow dapat dibukukan dan dicetak serta diubah dalam format buku.

Fasilitas bagi fellow terpilih
ruang dan fasilitas kerja
perpustakaan
bimbingan penelitian
konsultasi penulisan
makan siang
1 eksemplar buku/bulan
akses internet
pembukuan hasil penulisan dan penulis menerima royalti

Waktu
Penerimaan proposal ditutup pada 30 Januari 2008
Proses seleksi dan pengumuman proposal terpilih pada bulan
Februari 2008
Proses penelitian dan penulisan : Maret-Juli 2008

kontak dan informasi

IMPULSE
Ranggabumi
Jl Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281
Telp : 0274-7101997
email : office@impulse. or.id

Penimbun Selalu Jadi Kambing Hitam

January 8, 2008

HARI-hari belakangan ini, antrean panjang warga terlihat di sejumlah sudut Kota Bandung. Warga, yang kebanyakan wong cilik pengguna minyak tanah, berharap mendapat jatah pembelian minyak tanah dari pangkalan minyak dekat tempat tinggal mereka.

Minyak tanah menjadi barang yang sulit didapat. Harganya pun melambung tinggi. Tak heran, setiap kedatangan pasokan minyak tanah ke pangkalan, langsung diantre warga. Merekalah para pengguna minyak tanah yang belum mendapat jatah tabung dan kompor gas hasil konversi.

Pekan lalu, pejabat Pertamina di Bandung mengatakan, memang ada pengurangan pasokan minyak tanah dari Pertamina ke agen dan pangkalan-pangkalan minyak. Besarnya hingga 60 persen. Terutama untuk daerah yang sudah mendapat jatah konversi gas.

Tapi hari kemarin, pernyataan itu dibantah. Tak ada pengurangan pasokan, katanya. Yang ada keterlambatan pasokan, karena hari libur.

Namun tetap saja antrean warga ini membuat pejabat kota kelimpungan dan kelabakan. Sampai-sampai memerlukan datang langsung ke Kantor Pertamina untuk menanyakan masalah kelangkaan minyak tanah di pasaran. Jawaban yang disampaikan pun tetap sama. Pasokan tidak berkurang, hanya distribusi yang terlambat, karena hari libur.

Dan ditambah satu hal lagi yang tak kalah penting. Kemungkinan ada spekulan yang bermain. Mereka menimbun minyak tanah untuk keperluan atau kepentingan sendiri. Bisa jadi penimbun itu adalah sebuah keluarga, yang masing-masing anggota keluarganya membeli satu jeriken besar minyak tanah untuk stok kebutuhan rumah tangga.

Dengan alasan takut kehabisan, hal itu sah-sah saja. Sangat mungkin pula, para penimbun dan spekulan itu adalah agen- agen yang sengaja ingin mengambil keuntungan besar dari kelangkaan minyak tanah.

Tapi itu baru kemungkinan dan dugaan, karena tak pernah dibuktikan. Yang terjadi adalah, pengambinghitaman spekulan dan penimbun minyak sebagai biang kerok kelangkaan minyak. Dan itu terjadi sejak dulu, bukan sekarang saja.

Sampai-sampai, Gubernur Jabar, Danny Setiawan pun meminta aparat untuk menindak tegas para penimbun minyak tanah. Dan Kapolda Jabar pun dengan sigap telah memerintahkan aparatnya untuk mengawasi distribusi minyak tanah.

Tapi tetap saja terjadi antrean warga mencari minyak tanah.
Setiap ada operasi pasar, di situlah orang-orang rela menanti walau didera hujan. Bagi sebagian besar warga, minyak tanah masih menjadi urat nadi penghidupan. Masih banyak penjual dagangan, gorengan, dan lain-lain yang setia menggunakan minyak tanah.

Lebih mengherankan lagi, setiap tahun berlangsung siklus kelangkaan minyak tanah, kok si spekulan dan penimbun minyak tanah itu susah sekali dicarinya. Yang paling gampang itu memang menunjuk jari. Apalagi kalau yang ditunjuk itu oknum, spekulan lagi. Karena namanya spekulan, ya susah mencarinya. Di setiap momen, pasti ada yang namanya spekulan. Sekarang tinggal pintar- pintarnya kita saja, menangkap spekulan atau justru jadi spekulan. (*)

Tribun Jabar, 4 Januari 2007

Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan

January 2, 2008

ISU perburuhan dinilai kurang mendapatkan perhatian, utamanya dari media. Padahal, jika tak muncul ke permukaan melalui pemberitaan media, isu-isu semacam ini kerap diabaikan. Peliputan media yang menyangkut isu perburuhan sangat berharga untuk mengetuk kesadaran pengusaha dan penentu kebijakan agar lebih memperhatikan kepentingan mereka.

Oleh karena itulah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), American Centre for International Labour Solidarity (ACILS) dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) menyelengarakan “Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan”
PERSYARATAN
1. Lomba ini terbuka bagi setiap orang yang berprofesi sebagai jurnalis di media cetak, online, radio dan televisi.
2. Tulisan yang dilombakan berbentuk reportase/feature/ berita analisis
3. Tulisan telah dipublikasikan di media cetak, media online, radio dan televisi, pada Januari 2007 hingga Januari 2008
4. Setiap peserta bisa mengirimkan maksimal dua (2) karya untuk dilombakan
5. Materi dikirim dalam bentuk:
a. Cetak dan online – Fotokopi atau kliping naskah
b. Radio – Script naskah dan materi audio dalam format CD
c. Televisi – Script naskah dan materi audio visual dalam format DVD
6. Materi paling lambat diterima oleh Sekretariat AJI pada 5 Februari 2008.
7. Pengiriman materi disertai fotokopi kartu pers
PENILAIAN
Unsur-unsur yang dinilai: pemilihan tema, perspektif, dan kedalaman serta gaya tulisan
DEWAN JURI
Wartawan senior media cetak, radio, televisi, serta perwakilan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), American Centre for International Labour Solidarity (ACILS) dan Friedrich Ebert Stiftung (FES), dan International Labour Organization di Jakarta
HADIAH (untuk masing-masing kategori)
Total hadiah yang akan diberikan sebesar Rp 22.500.000 untuk tiga (3) pemenang
PENGUMUMAN DAN PENERIMAAN HADIAH
Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Pengumuman dan penerimaan hadiah akan diselenggarakan pada bulan Maret 2008.
PENGIRIMAN NASKAH
Materi dikirimkan melalui pos atau kurir ke Sekretariat AJI Jl. Kembang Raya No. 6 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 10420. Telp. 021-3151214 Faks. 021-3151261 atau melalui e-mail ke sekretariat@ ajiindonesia. org, atau sekretariatnya_ aji@yahoo. com.
Informasi lebih lanjut, hubungi: Judith [judithkristi@ yahoo.co. id] HP 0813-19100993